Kapolsek Gampengrejo Bersama Muspika Rakor Peningkatan Kewaspadaan Jaringan Terorisme

Tribratanewskediri.com Bertempat di Pendopo Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, telah dilaksanakan rapat koordinasi peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap jaringan terorisme. Selasa (15 Mei 2018)

Hadir dalam Rakor tersebut Kapolsek Gampengrejo Polres Kediri AKP Mukhlason, S.H, Camat Gampengrejo Drs. Nizam Subekthi, S. Sos, Komandan Ramil 0809/04 Gampengrejo Kapten Kav. Suradi, FKUB Kecamatan Gampengrejo Islam Slamet Islam Ketua MUI Kecamatan Gampengrejo, Gunawan Fadli Nasrani, Pdt. Hendra Supari, Pdt. Arif Emanuel, Staff Kecamatan Gampengrejo, UPTD Puskesmas Kec. Gampengrejo Sdr. Iskandar, SMP 1 Gampengrejo Bpk. Marlan, PPL Kec. Gampengrejo Bpk. Mujibur Rahman, KUA Gampengrejo Sdr. Sugeng Waluyo, Kades Se Kec. Gampengrejo.

Dalam Sambutannya Camat Ngasem Sdr. Nizam Subhekti mengungkapkan bahwa Rakor kali ini merupakan Instruksi dr Bupati Kab. Kediri terkait kewaspadaan dini dan deteksi dini tentang ancaman Radikalisme. Giat Rakor kali ini dilakukan di tingkat Muspika Kecamatan Gampengrejo agar masyarakat meningkatkan Kewaspadaan dan Deteksi Dini terhadap Jaringan Terorisme di daeranya pasca terjadinya BOM bunuh diri di Jatim.

Pada kesempatan yang sama Kapolsek Gampengrejo menghimbau agar segera melakukan pendataan, di wilayahnya masing masing di RT, perumahan, kontrakan serta tempat kos kosan, terhadap bagi warganya yang tidak mau bersikap sosial di masyarakat, segera di waspadai, dan juga tidak mudah pecaya dengan berita hoax di medsos. ” Saya mengharap para Kades segera Maping Pok Garis keras yang ada diwilayahnya, serta segera cek penghuni Kos kosan serta Kontrakan/warga baru, aktivkan lagi Poskampling walaupun tidak 24 jam”, tutur Kapolsek Gampengrejo. “Di Kabupaten Kediri marak bunuh diri, saya mengharap kepada ulama sampaikan ke Jemaahnya bahwa bunuh diri itu tidak benar, jangan sampai ada yang beranggapan orang berpakaian yang bercadar/ celana di atas mata kaki itu dianggap teroris, karena Rasulullah mengajarkan seperti itu guna menutup auratnya, yang kita waspadai adalah perilaku dan ajarannya yang keluar dari ajaran islam seperti bom bunuh diri.Hoax adalah musuh kita bersama, mari kita awasi dan laporkan serta jangan mudah membagi atau menginformasikan berita yang belum jelas sumbernya”, tambahnya.

You may also like...